Minggu, 07 Juli 2013

Problem Cinta Yang Paling Sering Dihadapi Pasangan

 Hubungan asmara biasanya berjalan baik-baik saja di tiga bulan pertama. Berikutnya, pertengkaran, perbedaan pendapat jadi sering terjadi. Ada yang bisa mengatasinya, ada pula yang menyerah dan memilih berpisah saja. Padahal, kalau bisa dipertahankan sebenarnya banyak pasangan yang bakal awet dan cocok dengan kekasihnya.
Sayangnya, tak banyak orang yang berusaha untuk memperbaiki hubungan dan memilih solusi instant, putus cinta. Padahal, kalau beberapa problem ini dipecahkan bersama, maka cinta akan langgeng.
Perbedaan perspektif
Wanita dan pria melihat permasalahan dari sisi pandang yang berbeda, demikian juga solusinya, pasti berbeda pula. Ada yang bisa menerima perbedaan dengan lapang dada, ada pula yang malah justru bersaing dengan kekasih sendiri. Nah, bisa ditebak kan hubungan mana yang bakal awet?
Yang jelas, karena diciptakan berbeda, pastinya punya cara pandang berbeda pula. Namun, perbedaan tidak selalu harus menjadi hal yang memisahkan orang yang saling jatuh cinta. Apabila keduanya bisa saling menghargai perbedaan, dan memahaminya, maka hubungan akan berjalan lancar-lancar saja.
Salah paham
Hanya karena kesalahpahaman, banyak pasangan memutuskan berpisah. Padahal, kalau diruntut ya benar-benar karena salah paham belaka. Sayangnya, dalam diskusi seringkali malah pasangan saling menyalahkan, dan tidak berusaha mencari solusi bersama. Akhirnya putus adalah jalan keluar yang diambil. Jika saja setiap pasangan mau fokus mencari jalan keluar dan tetap stick together, tak akan ada kendala yang bisa membuat keduanya berpisah.
Berat di ego
Pria adalah makhluk egois? Ya, itu benar. Tetapi, tak berbeda jauh kok dengan wanita, yang juga punya ego sendiri. Apabila keduanya sama-sama membela ego masing-masing, jelas saja di dalam hubungan asmaranya hanya akan ada masalah demi masalah yang terus menumpuk dan tak terpecahkan.
Saling tuding
Karena dia pria, oleh karena itu tanggung jawabnya lebih besar dalam hubungan asmara? Tidak juga. Wanita dan pria sama-sama punya peran yang berbeda, tetapi bukan berarti tanggung jawab hanya dilimpahkan sepihak saja. Bagaimanapun hubungan tersebut dijalani berdua, tanggung jawab juga dibagi rata berdua.
Kurang waktu intim
Kesibukan di luar seringkali membuat pasangan kekurangan waktu berdua. Akibatnya ya begitu, merasa asing, merasa kesepian dan akhirnya perasaan menjadi pudar. Problem ini tak hanya dialami mereka yang berpacaran saja, mereka yang telah menikah justru lebih sering menghadapinya. Solusinya ya sudah jelas, bahwa keduanya harus sama-sama memberikan waktu special untuk berkegiatan bersama.
Bosan
Tak dipungkiri, rutinitas dan stres seringkali membuat orang jadi bosan. Dan apabila pasangan tidak bisa mengatasi kebosanan tersebut, alhasil keduanya akan saling menyepi dan menyendiri. Hal tersebut kemudian berbuntut dengan terputusnya komunikasi, yang kemudian membuat pasangan jadi ingin berpisah saja.
Masalah kecil jadi besar
Entah karena stres, sumpek, kehilangan kepercayaan diri atau butuh dukungan, mendorong seseorang melampiaskan emosinya dalam kegiatan sehari-hari. Masalah kecil bisa berkembang menjadi masalah besar hanya karena hal-hal yang disebutkan tadi. Padahal seharusnya akan menjadi baik-baik saja, tetapi karena diri sendiri sedang bermasalah, alhasil mood jadi tak karuan dan mempengaruhi hubungan.
Sedang mengalami problem di atas? Tidak perlu galau atau keburu memutuskan kekasih, semuanya bisa diatasi dengan mengingat kembali ke komitmen awal dan diskusikan lagi dengannya. Tidak ada yang tidak bisa diselesaikan kok apabila setiap pasangan mau berbicara dari hati ke hati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar